Oleh : Puji Hermawan
Salam Persaudaraan,
Lambang PSHT berbentuk segi empat melambangkan empat nafsu
yang dimiliki manusia. Dimana keempat nafsu tersebut harus dapat dikendalikan.
Nafsu yang pertama adalah nafsu sufiyah yaitu nafsu untuk
bersenang-senang. Hal ini dapat dilihat dari beberapa warga baru yang terlalu
hanyut dan larut dalam organisasi. Senang berkumpul dengan teman-teman kadang
sering melupakan keluarga, kerjaan atau sekolah. Nafsu ini sering tidak
terkendali pada saat baru disahkan menjadi warga.
Nafsu yang kedua adalah nafsu amarah yatu emosi. Nafsu ini
juga sering tak terkendali bukan hanya pada awal-awal menjadi warga saja. Namun
juga sering terjadi saat salah satu anggota kita terlukai. Nafsu amarah
bersifat menghancurkan jadi harus dikendalikan dengan baik.
Nafsu yang ketiga adalah nafsu alwamah yaitu nafsu untuk
mempertimbangkan baik dan buruk. Nafsu ini sudah dilandasi keimanan. Biasanya
warga yang sudah berpengalaman dan sudah dewasa akan mulai nampak nafsu
alwamahnya.
Baca juga : Memayu Hayuning Bawana
Nafsu yang keempat adalah nafsu mutmainah yaitu nafsu atau
keinginan untuk berbuat baik. Nafsu inilah yang harus diperkuat oleh warga agar
tercipta hati nurani yang suci, bersih dan bersinar.
Jika dapat mengendalikan semua nafsu maka terciptalah hati
nurani yang akan memimpin keempat nafsu.
Selain melambangkan empat nafsu. Lambang PSHT juga
menggambarkan sedulur papat lima pancer. dimana sedulur papat adalah kakang
kawah, adhi ari-ari, puser lan getih sedangkan ditengah-tengah adalah pancer.
Menurut beberapa sumber orang yang memiliki ilmu tersebut salah satunya adalah
Kanjeng Sunan Kalijaga.
Beda pemikiran beda penafsiran ada juga yang berpendapat
bahwa Lambang PSHT berbentuk segi empat konon katanya melambangkan perisai.
Perisai adalah tameng untuk melindungi. Lantas apa yang dilindungi oleh perisai
itu? Mungkin yang dimaksud adalah melindungi diri sendiri. Dalam falsafah jawa ilmu yang
dimaksud tameng adalah sedulur papat lima pancer.
Demikian yang dapat saya sampaikan mohon maaf jika ada yang
salah karena itu hanya lintasan perenungan saja. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar