Oleh : Puji Hermawan, S.T.
Salam Persaudaraan
Baju hitam bersabuk mori Sudah tidak asing lagi hampir semua
orang tahu dan mengenal kostum tersebut. Namun bagi yang memakai kostum
tersebut apakah mengenal lebih dalam tentang kedua warna itu?
Warna hitam yang telah dikenal di dunia persilatan, konon katanya melambangkan kesabaran namun
ada pula yang mengartikan sebagai keteguhan hati. Hal ini dikarenakan warna
hitam tidak akan mudah dipengaruhi warna lain. Sebagai contoh jika sebuah kain
berwarna hitam direndam bersama-sama dengan kain warna lain yang luntur maka
kain hitam akan tetap hitam. Warna hitam dalam dunia persilatan banyak
digunakan sebagai pakaian.
Baca juga : Sejatining Guru
Warna putih dalam dunia persilatan juga sudah banyak
dikenal. Warna putih melambangkan kesucian. Warna putih biasanya dalam dunia
persilatan sejak jaman dulu menggunakan kain mori. Dunia persilatan yang
menggunakan mori biasanya sudah berbau Islam karena di dalamnya terkandung misi
dakwah. Mori dalam bahasa Jawa diartikan sebagai Barang limo sing ora keno keri
yang artinya Lima hal yang tidak boleh ditinggal. Lalu apa yang dimaksid lima
hal tersebut? Ada beberapa yang mengartikan untuk senantiasa menjaga sholat
lima waktu. Ada pula yang mengartikan sebagai rukun islam.
Lantas apa hubungannya mori dengan warna hitam? Sebenarnya
hitam dan putih tidak dapat dipisahkan. Seperti halnya barat dengan timur, atas
dengan bawah dll. karena Allah dalam menciptakan sesuatu selalu berpasangan.
Lalu kenapa di PSHT hanya memberikan mori berwarna putih sebagai simbol
kependekarannya?
Di PSHT warna hitam dilambangkan dengan baju sakral atau
baju pengesahan. Banyak yang tidak menyadari penting dan berharganya baju
pengesahan bahkan sangat dasyat. Banyak yang tidak merawat Baju Sakral
tersebut. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman tentang makna hitam putih.
Bahkan banyak pula yang salah kaprah dalam menyebut baju sakral. Kenapa hal ini
tidak diungkapkan saja kepada seluruh warga agar tahu bahwa begitu dahsyatnya
ilmu SH. Mungkin ada alasan tertentu.
Sumber : Alm. Mas Pujiantoro Solo dan Alm. Mas Lukman Prabowo Ranting Comal Cabang Pemalang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar