Oleh : Puji Hermawan
Salam Persaudaraan
Saudaraku sebangsa dan setanah air di manapun anda berada.
Mungkin kita sering mendengar peribahasa seperti judul di atas. Dalam nuansa
Hari Pendidikan Nasional ini (walaupun terlambat) ijinkan saya untuk sekedar
mengungkapkan rasa terima kasih kepada para warga Kadang Sepuh yang dulu pernah
melatih saya dengan penuh kesabaran, hujan panas tidak menyurutkan semangat
melatih, bahkan rasa kantukpun seakan hilang ketika sudah mulai melatih.
Semangat dan jiwa kepelatihan haruslah kita teladani untuk
meneruskan cita-cita luhur para pendiri PSHT. Kita harus sadar bahwa PSHT juga
termasuk dalam lingkaran pendidikan nasional dimana siswa harus kita didik
bukan sekedar dilatih. Ada tiga komponen utama dalam pendidikan yaitu:
Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap.
Pengetahuan dapat kita dapatkan walau hanya dari membaca,
mendengar atau melihat. Sedangkan ketrampilan dapat kita peroleh dari mencoba
secara berulang-ulang sampai betul-betul bisa. Hal yang paling sulit dalam
pendidikan adalah sikap. Karena sikap dibentuk dari pembiasaan secara terus
menerus dan butuh waktu yang lama. Maka dari itu dibutuhkan kesabaran bagi
pelatih.
Baca juga : Sabda Pandita Ratu
Seorang pelatih harus memiliki kesabaran yang tinggi untuk
dapat mendidik siswanya agar memiliki sikap yang bagus. Pelatih juga harus
memiliki pengetahuan yang cukup dalam pembentukan karakter. Ingat sifat
seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup, pendidikan keluarga dan
lingkungan. Seorang pelatih tidak boleh temperamen, mudah marah dan mudah
melontarkan kata-kata cacian.
Pelatih siswa harus memiliki sifat andhap asor agar dapat
menjadi contoh yang baik bagi siswa. Agar dikenang baik kelak dikemudian hari.
Seorang pelatih harus bijaksana, tidak mengumbar kemarahan dengan
keputusan-keputusan konyol sehingga tidak dilecehkan. Agar dikenang segala
kebaikannya oleh orang-orang yang merasakan didikannya. Mohon maaf jika ada
yang salah. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar