Jumat, 15 Januari 2021

AJA DUMEH

Oleh : Puji Hermawan


 

Salam Persaudaraan,

Aja dumeh dalam falsafah jawa yang berarti jangan mentang-mentang merupakan pitutur luhur bangsa indonesia khususnya suku jawa. Jangan mentang-mentang mengandung arti yang luas. Jangan mentang-mentang berkuasa, jangan mentang-mentang kaya jangan mentang-mentang menjadi anak pejabat dan lain-lain. Aji mumpung bisa menjadi hal yang negatif jika disalahgunakan. Namun demikian tidak semua aji mumpung merupakan hal yang tidak baik. Aji mumpung merupakan memanfaatkan keadaan atau situasi. Jika bertujuan baik dan dilakukan dengan cara yang baik juga tidak menjadi masalah. Sebagai contoh, seseorang yang sedang naik daun atau sedang populer, dengan popularitasnya yang tinggi  tertarik mengikuti pemilihan kepala daera atau pemilihan anggota legislatif. Jika kepopulerannya diraih dengan cara yang baik dan dikenal dengan segala kebaikannya adalah wajar jika memanfaatkan situasi dan kepopulerannya untuk maju dalam pilkada atau pileg. Yang terpenting adalah dalam mendapatkan popularitas dan simpati masyarakat melalui cara yang baik pula.

Dumeh atau mentang-mentang sering dialami oleh orang yang baru mendapatkan kenikmatan duniawi, baik itu kekuasaan, kekayaan atau jabatan. Rasa ini kadang-kadang muncul pada warga Persaudaraan Setia Hatin Terate (PSHT) terutama warga baru. Tetapi tidak jarang warga senior yang merasa sebagai senior muncul rasa dumeh tersebut. Mentang-mentang senior kadang dengan yunior sewenang-wenang. Merasa haus kehormatan dan penghargaan. Tersinggung jika diingatkan, merasa paling benar. Kadang banyak warga PSHT yang pandai memberikan pengarahan tetapi dirinya sendiri jauh dari watak tersebut.

Baca juga : Pendekar Pilih Tanding

https://youtu.be/oTdnYKaYQ6s

Rasa dumeh ini biasanya muncul pada diri seseorang jika berhadapan dengan orang yang berada di bawahnya. Orang kaya akan muncul rasa dumeh ini jika berhadapan dengan orang yang miskin. Orang yang punya kekuasaan juga akan muncul rasa dumehnya jika berhadapan dengan bawahannya. Demikian juga seorang warga PSHT akan muncul rasa tersebut jika di depan siswa atau di depan warga yunior. Rasa dumeh ini dekat sekali dengan kesombongan. Di mana rasa sombong akan menghancurkan orang yang memilikinya. Maka dari itu sebagai warga PSHT harus betul-betul menghindari rasa dumeh agar tidak menjadi sombong. Demikian yang dapat saya sampaikan mohon maaf atas segala kekurangan. Terima kasih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar