Jumat, 08 Januari 2021

SURA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI

 Oleh : Puji Hermawan

  

Salam Persaudaraan

Judul di atas tidak asing lagi bagi warga PSHT. Banyak tulisan di medsos mengenai falsafah ini dan kebanyakan penulis adalah warga PSHT. Adapun arti dari Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti adalah kejahatan angkara murka akan kalah dengan kelembutan, kasih sayang dan kebenaran. Hampir semua warga PSHT paham artinya.

Lantas jika sudah paham dengan sesanti atau semboyan di atas apakah sudah benar-benar menjalankannya? kalau memang iya kenapa masih sering terjadi kekerasan yang dilakukan oleh beberapa oknum warga? Falsafah bukan sekedar teori namun juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sura Dira bukan sekedar kejahatan dan keangkaramurkaan saja. Kesombongan, tinggi hati dan takabur juga termasuk dalam katagorinya. Banyak diantara kita yang masih menyombongkan diri atas apa yang kita miliki. Banyak diantara kita merasa bangga diri setelah disahkan menjadi warga. Hal ini adalah wajar setiap warga baru akan mengalami hal ini. Rasa ingin menunjukkan kewargaannya kepada orang lain. Maka dari itu warga senior haruslah tetap membimbing agar yuniornya tidak lepas kontrol dan lupa diri setelah menjadi warga. Selain itu juga untuk mempererat persaudaraan antara senior dan yunior.

Baca juga : Sugih Tanpa Bandha

https://www.youtube.com/watch?v=bBDmPaooM3M&t=5s

Perlu kita ketahui tinggi rendahnya ilmu seseorang bukan terletak pada seberapa banyak kitab yang telah dibaca, seberapa banyak guru yang dimiliki tetapi terletak pada perubahan karakter menjadi lebih baik. Apa artinya kita banyak membaca kitab tetapi tidak dapat mencerna dan menyerap ilmu yang telah kita pelajari. Seberapapun banyak guru yang kita miliki jika tidak membawa perubahan karakter menjadi lebih baik maka percuma saja.

Warga juga manusia yang tak luput dari salah dosa. untuk itu harus saling menghamat-hamati, saling mengingatkan agar sama-sama membawa perubahan, perubahan menuju kebaikan. Mari lembutkan hati kita untuk dapat menerima nasihat. Itulah hijrah yang sesungguhnya. Hari ini harus lebih baik dari kemarin.

Demikian yang dapat saya sampaikan mohon maaf jika ada salah. Terima kasih.

Sumber :

Kang Mas Sopah Ranting Comal Cabang Pemalang,

Kang Mas Alm. Bambang Lukiarso Ranting Comal Cabang Pemalang

Kang Mas Alm. Lukman Prabowo Ranting Comal Cabang Pemalang

Kang Mas Alm. Pujiantoro Solo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar