Oleh :
Puji Hermawan
Salam Persaudaraan,
Aja
kagetan dalam bahasa jawa yang artinya jangan suka terkejut atau mudah terkejut
mempunyai makna hampir mirip dengan aja gumunan atau jangan mudah takjub. Orang
yang kagetan atau mudah terkejut tidak mudah menguasai diri atau mengendalikan
diri. Orang yang terkejut sering tidak dapat mengendalikan diri. Sebagai contoh
orang yang mengendarai kendaraan terkejut saat mendengar suara klakson dari kendaraan
lain yang lebih besar secara mendadak maka akan dapat mengakibatkan kecelakaan.
Itu gambaran mudah tentang terkejut.
Baca juga
: Aja Gumunan
Terkejut
yang akan dibahas di sini bukanlah terkejut seperti yang disebutkan di atas.
Terkejut di sini lebih menekankan pada terkejut jika mendengar atau mengetahui
suatu informasi yang tidak diinginkan. Mendengar informasi yang tidak
diinginkan kadang-kadang dapat menimbulkan rasa terkejut atau kaget. Bahkan
dapat menimbulkan hilangnya kesadaran. Kondisi seperti inilah kadang-kadang
dimanfaatkan oleh lawan untuk menyerang mental musuhnya walaupun isi
informasinya adalah bohong belaka. Cara-cara seperti ini sering disebut juga
dengan perang opini. Dahulu para pendekar sebelum melakukan pertarungan secara
fisik mereka mengadakan perang urat syaraf atau perang mental. Mereka saling
menyerang dengan kata-kata hinaan, ejekan atau sindiran untuk menyerang satu
sama lain.
Lain dulu
lain sekarang. Jaman sekarang pemilihan calon pemimpin diselenggarakan debat
antar calon dengan tujuan adu visi dan misi. Berbagai aturan dibuat agar tidak
melebar dari tema dan mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat. Namun
pada kenyataannya banyak peserta debat yang lepas kontrol dan melebar dari tema
dengan tujuan menjatuhkan lawannya.
https://www.youtube.com/watch?v=w0JLjt3kOUQ
Orang yang sudah dapat mengendalikan diri karena tidak kagetan akan tampil lebih tenang. Orang yang tidak kagetan dapat berfikir lebih tenang pula. Dengan berpikir tenang maka lebih mudah membaca taktik yang akan digunakan oleh lawan. Dengan demikian memenangkan pertarungan akan lebih mudah.
Jika kita
dapat menguasai diri karena tidak kagetan maka kita tidak mempan gertakan.
Lawanpun akan memeras otak agar mental kita jatuh. Berbagai metode dari
gertakan, tipuan sampai fitnah pun kadang dilakukan demi menjatuhkan mental
lawan. Akhirnya lawan kehabisan tenaga karena letih. Demikian yang dapat saya
sampaikan, mohon maaf jika ada kekeliruan. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar