Selasa, 19 Januari 2021

AJA KAGETAN

 

Oleh : Puji Hermawan


 

Salam Persaudaraan,

Aja kagetan dalam bahasa jawa yang artinya jangan suka terkejut atau mudah terkejut mempunyai makna hampir mirip dengan aja gumunan atau jangan mudah takjub. Orang yang kagetan atau mudah terkejut tidak mudah menguasai diri atau mengendalikan diri. Orang yang terkejut sering tidak dapat mengendalikan diri. Sebagai contoh orang yang mengendarai kendaraan terkejut saat mendengar suara klakson dari kendaraan lain yang lebih besar secara mendadak maka akan dapat mengakibatkan kecelakaan. Itu gambaran mudah tentang terkejut.

Baca juga : Aja Gumunan

Terkejut yang akan dibahas di sini bukanlah terkejut seperti yang disebutkan di atas. Terkejut di sini lebih menekankan pada terkejut jika mendengar atau mengetahui suatu informasi yang tidak diinginkan. Mendengar informasi yang tidak diinginkan kadang-kadang dapat menimbulkan rasa terkejut atau kaget. Bahkan dapat menimbulkan hilangnya kesadaran. Kondisi seperti inilah kadang-kadang dimanfaatkan oleh lawan untuk menyerang mental musuhnya walaupun isi informasinya adalah bohong belaka. Cara-cara seperti ini sering disebut juga dengan perang opini. Dahulu para pendekar sebelum melakukan pertarungan secara fisik mereka mengadakan perang urat syaraf atau perang mental. Mereka saling menyerang dengan kata-kata hinaan, ejekan atau sindiran untuk menyerang satu sama lain.

Lain dulu lain sekarang. Jaman sekarang pemilihan calon pemimpin diselenggarakan debat antar calon dengan tujuan adu visi dan misi. Berbagai aturan dibuat agar tidak melebar dari tema dan mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat. Namun pada kenyataannya banyak peserta debat yang lepas kontrol dan melebar dari tema dengan tujuan menjatuhkan lawannya.

https://www.youtube.com/watch?v=w0JLjt3kOUQ

Orang yang sudah dapat mengendalikan diri karena tidak kagetan akan tampil lebih tenang. Orang yang tidak kagetan dapat berfikir lebih tenang pula. Dengan berpikir tenang maka lebih mudah membaca taktik yang akan digunakan oleh lawan. Dengan demikian memenangkan pertarungan akan lebih mudah.

Jika kita dapat menguasai diri karena tidak kagetan maka kita tidak mempan gertakan. Lawanpun akan memeras otak agar mental kita jatuh. Berbagai metode dari gertakan, tipuan sampai fitnah pun kadang dilakukan demi menjatuhkan mental lawan. Akhirnya lawan kehabisan tenaga karena letih. Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada kekeliruan. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar