Oleh : Puji Hermawan
Salam
Persaudaraan,
Bertanding dalam dunia persilatan adalah hal yang biasa
terjadi. Seorang kesatria tidak akan mengelak jika ditantang untuk berkelahi.
Namun demikian seorang pendekar atau kesatria hendaklah memilih lawan yang
sebanding. Jika ditantang oleh lawan yang tidak sebanding hendaknya tidak
menerima tantangannya itu. Jika lawan yang menantangnya memiliki kelas jauh di
bawah kemenangan tidak akan menjadikan derajatnya meningkat justru akan
menjatuhkan martabatnya apa lagi jika kalah. Jika yang menantangnya memiliki
kemampuan jauh di atasnya itupun akan membahayakan nyawanya. Jangan takut harga
dirinya jatuh jika menolak tantangan dari lawan yang tidak sebanding. Justru
dengan menerima tantangan tanpa memilih lawan yang sebanding akan tampak kurang
berwibawa.
Baca juga : Menang Tanpa Ngasorake
https://www.youtube.com/watch?v=couGJc0lI4s&t=8s
Jika posisinya sebagai penantang juga harus pilih-pilih
lawan yang sebanding. Jika lawan yang dipilih memiliki kemampuan jauh di
bawahnya maka kejadiannya juga sama tidak akan menaikkan derajatnya. Menantang
orang yang memiliki kemampuan jauh di bawahnya justru akan menjatuhkan
wibawanya. Orang lain akan menganggap sewenang-wenang dan menindas orang kecil.
Menantang orang yang memiliki keunggulan jauh di atasnya juga tidak layak
dilakukan, selain akan mendapat cemooh dari orang lain juga akan menjatuhkan
martabatnya sendiri. Selain itu juga dianggap sebagai orang yang tidak dapat
berkaca pada diri sendiri, orang yang tidak tahu diri. Bisa juga dianggap
kurang ajar atau kurang tata krama.
Itulah sebabnya seorang pendekar haruslah pandai dalam
memilih lawan. Tidak asal ada musuh dilawan semua tanpa berpikir akibatnya. Tidak
asal menerima tantangan karena akan mempertaruhkan kewibawaannya. Seorang
pendekar yang pilih tanding akan sangat diperhitungkan oleh lawan-lawannya.
Maka dari itu hendaklah warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjadi
pendekar yang pilih tanding. Tidak mudah marah, tidak mudah tersulut emosi.
Warga PSHT haruslah mampu menilai baik buruknya suatu permasalahan. Mampu
berfikir efek dan akibat dari perbuatannya. Sehingga tidak menjadikan keresahan
bagi lingkungan. Dengan menjadi pendekar pilih tanding diharapkan dapat menjaga
kewibawaan pribadi dan organisasi. Demikian yang dapat saya sampaikan mohon
maaf jika ada yang salah. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar