Kamis, 14 Januari 2021

PENDEKAR PILIH TANDING

 Oleh : Puji Hermawan


 

Salam Persaudaraan,

Bertanding dalam dunia persilatan adalah hal yang biasa terjadi. Seorang kesatria tidak akan mengelak jika ditantang untuk berkelahi. Namun demikian seorang pendekar atau kesatria hendaklah memilih lawan yang sebanding. Jika ditantang oleh lawan yang tidak sebanding hendaknya tidak menerima tantangannya itu. Jika lawan yang menantangnya memiliki kelas jauh di bawah kemenangan tidak akan menjadikan derajatnya meningkat justru akan menjatuhkan martabatnya apa lagi jika kalah. Jika yang menantangnya memiliki kemampuan jauh di atasnya itupun akan membahayakan nyawanya. Jangan takut harga dirinya jatuh jika menolak tantangan dari lawan yang tidak sebanding. Justru dengan menerima tantangan tanpa memilih lawan yang sebanding akan tampak kurang berwibawa.

Baca juga : Menang Tanpa Ngasorake

https://www.youtube.com/watch?v=couGJc0lI4s&t=8s

Jika posisinya sebagai penantang juga harus pilih-pilih lawan yang sebanding. Jika lawan yang dipilih memiliki kemampuan jauh di bawahnya maka kejadiannya juga sama tidak akan menaikkan derajatnya. Menantang orang yang memiliki kemampuan jauh di bawahnya justru akan menjatuhkan wibawanya. Orang lain akan menganggap sewenang-wenang dan menindas orang kecil. Menantang orang yang memiliki keunggulan jauh di atasnya juga tidak layak dilakukan, selain akan mendapat cemooh dari orang lain juga akan menjatuhkan martabatnya sendiri. Selain itu juga dianggap sebagai orang yang tidak dapat berkaca pada diri sendiri, orang yang tidak tahu diri. Bisa juga dianggap kurang ajar atau kurang tata krama.

Itulah sebabnya seorang pendekar haruslah pandai dalam memilih lawan. Tidak asal ada musuh dilawan semua tanpa berpikir akibatnya. Tidak asal menerima tantangan karena akan mempertaruhkan kewibawaannya. Seorang pendekar yang pilih tanding akan sangat diperhitungkan oleh lawan-lawannya. Maka dari itu hendaklah warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjadi pendekar yang pilih tanding. Tidak mudah marah, tidak mudah tersulut emosi. Warga PSHT haruslah mampu menilai baik buruknya suatu permasalahan. Mampu berfikir efek dan akibat dari perbuatannya. Sehingga tidak menjadikan keresahan bagi lingkungan. Dengan menjadi pendekar pilih tanding diharapkan dapat menjaga kewibawaan pribadi dan organisasi. Demikian yang dapat saya sampaikan mohon maaf jika ada yang salah. Terima kasih.

Sumber : Alm. Mas Bambang Lukiarso dan Mas Sopah Ranting Comal Cabang Pemalang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar