Oleh : Puji Hermawan
Salam
Persaudaraan,
Aja gumunan yang dalam bahasa Indonesia adalah jangan mudah
heran atau takjub jika melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu yang baru.
Orang yang mudah takjub akan mudah lepas kesadaran diri atau alam bawah
sadarnya sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain. Mudah dimasuki pengaruh
buruk sehingga orang tersebut dalam kendali orang lain seperti gendam atau
hipnotis. Hal ini dapat terjadi jika kurang keyakinan pada diri sendiri.
Seseorang merasa kurang yakin pada diri sendiri karena kurangnya motivasi.
Seorang warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada
dasarnya adalah motivator bagi para siswa. Untuk itu seorang warga PSHT
haruslah senantiasa belajar menambah pengetahuan dan menambah pengalaman agar
dapat memotivasi siswa dengan baik. Orang yang banyak pengalaman dan
pengetahuan tidak akan mudah heran dan takjub jika melihat sesuatu yang baru
dilihat. Banyak sekali sumber-sumber pengetahuan untuk belajar. Membaca,
mendengar dan melihat merupakan usaha untuk menambah pengetahuan. Sering
bertanya dan berkonsultasi dengan warga senior juga dapat menambah pengetahuan.
Mengapa orang yang banyak pengalaman dan pengetahuan tidak mudah takjub? Hal
ini disebabkan karena mungkin hal yang baru dilihatnya pernah diperoleh
informasi dari membaca atau mendengar pengalaman orang lain. Sehingga tidak
heran dengan sesuatu yang baru dilihatnya.
Baca juga : Aja Dumeh
Orang yang mudah takjub menunjukkan kurangnya pengetahuan
dan pengalaman. Selain itu juga menunjukkan kurang dapat menguasai diri
sehingga dirinya mudah dikuasai orang lain. Orang yang mudah heran biasanya
juga mudah emosi dan mudah tersinggung. Maka dari itu seorang warga PSHT janganlah
mudah takjub jika melihat orang yang memiliki ilmu-ilmu tertentu yang biasa
dipertunjukkan untuk pertunjukan. Warga
PSHT harus mempunyai prinsip jika orang lain bisa melakukan, saya pun bisa jika
mau belajar. Aja gumunan jika melihat orang lain menunjukkan ilmunya.
Harusnya merasa iri dengan orang yang memiliki sifat dan karakter lebih baik
dari diri kita. Ilmu-ilmu untuk pertunjukan hanyalah sekedar untuk hiburan atau
selingan. Yang paling utama adalah ilmu untuk bekal perjalanan menuju ke
hadirat Illahi. Ilmu yang paling utama adalah ilmu untuk mempersiapkan
pertemuan kita dengan Sang Pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar