Senin, 18 Januari 2021

AJA GUMUNAN

 Oleh : Puji Hermawan


 

Salam Persaudaraan,

Aja gumunan yang dalam bahasa Indonesia adalah jangan mudah heran atau takjub jika melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu yang baru. Orang yang mudah takjub akan mudah lepas kesadaran diri atau alam bawah sadarnya sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain. Mudah dimasuki pengaruh buruk sehingga orang tersebut dalam kendali orang lain seperti gendam atau hipnotis. Hal ini dapat terjadi jika kurang keyakinan pada diri sendiri. Seseorang merasa kurang yakin pada diri sendiri karena kurangnya motivasi.

Seorang warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada dasarnya adalah motivator bagi para siswa. Untuk itu seorang warga PSHT haruslah senantiasa belajar menambah pengetahuan dan menambah pengalaman agar dapat memotivasi siswa dengan baik. Orang yang banyak pengalaman dan pengetahuan tidak akan mudah heran dan takjub jika melihat sesuatu yang baru dilihat. Banyak sekali sumber-sumber pengetahuan untuk belajar. Membaca, mendengar dan melihat merupakan usaha untuk menambah pengetahuan. Sering bertanya dan berkonsultasi dengan warga senior juga dapat menambah pengetahuan. Mengapa orang yang banyak pengalaman dan pengetahuan tidak mudah takjub? Hal ini disebabkan karena mungkin hal yang baru dilihatnya pernah diperoleh informasi dari membaca atau mendengar pengalaman orang lain. Sehingga tidak heran dengan sesuatu yang baru dilihatnya.

Baca juga : Aja Dumeh

https://youtu.be/bBDmPaooM3M

Orang yang mudah takjub menunjukkan kurangnya pengetahuan dan pengalaman. Selain itu juga menunjukkan kurang dapat menguasai diri sehingga dirinya mudah dikuasai orang lain. Orang yang mudah heran biasanya juga mudah emosi dan mudah tersinggung. Maka dari itu seorang warga PSHT janganlah mudah takjub jika melihat orang yang memiliki ilmu-ilmu tertentu yang biasa dipertunjukkan untuk pertunjukan. Warga PSHT harus mempunyai prinsip jika orang lain bisa melakukan, saya pun bisa jika mau belajar. Aja gumunan jika melihat orang lain menunjukkan ilmunya. Harusnya merasa iri dengan orang yang memiliki sifat dan karakter lebih baik dari diri kita. Ilmu-ilmu untuk pertunjukan hanyalah sekedar untuk hiburan atau selingan. Yang paling utama adalah ilmu untuk bekal perjalanan menuju ke hadirat Illahi. Ilmu yang paling utama adalah ilmu untuk mempersiapkan pertemuan kita dengan Sang Pencipta.

Demikian yang dapat saya sampaikan mohon maaf jika ada yang salah. Terima kasih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar